Jaranan bukan sekadar tontonan akhir pekan bagi masyarakat Kediri; ia adalah urat nadi kesenian yang diwariskan secara turun-temurun. Gemerincing kerincing di kaki penari, pecut yang menggelegar membelah udara, hingga aroma kemenyan yang khas selalu berhasil membius siapa saja yang menontonnya.
Namun, di balik gerakan yang dinamis dan atraksi mistisnya, Jaranan Kediri menyimpan makna filosofis dan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan kejayaan Kerajaan Panji. Mari kita bedah lebih dalam!
Daftar Isi
1. Asal-Usul Kisah Dewi Songgolangit
Sejarah kesenian Jaranan Kediri berakar dari kisah legenda Dewi Songgolangit, seorang putri cantik jelita dari Kerajaan Kediri. Banyak pangeran dan raja yang berniat melamarnya, namun sang putri mengajukan syarat yang sangat berat: ia meminta diciptakan sebuah kesenian baru yang belum pernah ada sebelumnya, diiringi oleh seratus empat puluh empat ekor kuda kembar.
2. Karakter dan Elemen Penari
Pertunjukan Jaranan Kediri memiliki struktur yang sangat rapi dan setiap penari memerankan karakter spesifik dalam mitologi Panji.
Tari Pegon dan Jaran Kepang
Para ksatria berkuda (Jaran Kepang) melambangkan prajurit berkuda yang gagah berani. Gerakan mereka tegas, berwibawa, dan serempak mengikuti tabuhan gamelan, kenong, dan kendang.
Karakter Celeng Srenggi dan Singo Barong
Selain prajurit berkuda, ada juga karakter hewan siluman seperti Celeng Srenggi (Babi Hutan) dan Singo Barong (Singa Berpakaian Merak). Keduanya merupakan simbol angkara murka dan rintangan alam yang harus dikalahkan oleh kesatria untuk mencapai kedamaian.
"Jaranan adalah representasi dari pertempuran abadi di dalam diri manusia; antara kebaikan yang menunggang kuda akal budi, melawan keburukan nafsu hewani."
3. Atraksi Puncak: Fenomena 'Ndadi'
Inilah momen yang paling dinanti oleh penonton. Ndadi atau kesurupan adalah puncak acara di mana para penari dirasuki oleh indang (roh leluhur/roh pendamping). Di luar nalar, penari yang sedang ndadi mampu memakan pecahan kaca (beling), mengupas kelapa menggunakan gigi, hingga dicambuk berkali-kali tanpa terluka sedikit pun.
Kesimpulan
Jaranan Kediri adalah perpaduan sempurna antara keindahan seni tari, sejarah masa lampau, dan kekuatan supranatural Nusantara. Memahami makna filosofis di balik pertunjukan ini tidak hanya akan memperkaya wawasan kita, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan apresiasi yang lebih dalam saat menontonnya di barisan terdepan.


